Kualitas air yang keluar dari keran adalah indikator kesehatan water heater yang paling jujur. Sebelum unit benar-benar rusak, hampir selalu ada perubahan pada airnya lebih dulu seperti warnanya berubah, suhunya tidak stabil, atau muncul rembesan di bawah unit.
Kabar baiknya, sebagian besar masalah air pada water heater punya penyebab yang bisa diidentifikasi sendiri, dan tidak semuanya butuh teknisi. Berikut lima masalah yang paling sering ditemui beserta cara mengatasinya.
| Masalah | Penyebab Paling Umum | Bisa Diatasi Sendiri? |
|---|---|---|
| Air tidak panas | MCB turun, sekring putus, termostat | Ya, cek daya dan termostat dulu |
| Air terlalu panas | Setelan termostat terlalu tinggi | Ya, turunkan ke 48–50°C |
| Menetes dari katup TPR | Pelepasan tekanan normal | Ya, salurkan tetesan ke drainase |
| Genangan di bawah unit | Tangki retak atau berkarat tembus | Tidak — unit harus diganti |
| Air keruh / kecokelatan | Batang anoda habis, tangki korosi | Sebagian — perlu teknisi untuk anoda |
| Suara gemuruh | Endapan mengeras di dasar tangki | Tidak — perlu pengurasan tangki |
1. Suhu Air Tidak Sesuai
Masalah paling sering dikeluhkan, dan penanganannya berbeda tergantung arah masalahnya.
Air keluar dingin sama sekali
Kalau air sama sekali tidak hangat, hampir selalu persoalan pasokan daya, bukan kerusakan unit. Cek berurutan: apakah MCB khusus water heater turun, apakah ada sekring yang putus, dan apakah tombol reset pada termostat dalam posisi tertekan.
Kalau MCB langsung turun lagi setiap kali dinaikkan, hentikan dan panggil teknisi karena itu indikasi korsleting, bukan masalah yang aman diutak-atik sendiri. Langkah pemeriksaan yang lebih lengkap kami bahas di panduan penyebab water heater tidak panas.
Air hangat tapi kurang panas
Tiga kemungkinan: kapasitas unit tidak sebanding dengan kebutuhan rumah, termostat mulai tidak akurat, atau elemen pemanas tertutup kerak sehingga panasnya tidak sampai ke air.
Yang terakhir ini paling sering terjadi pada unit berusia di atas tiga tahun yang belum pernah dikuras. Pengurasan tangki biasanya mengembalikan performanya tanpa perlu mengganti komponen apa pun.
Air terlalu panas
Biasanya sesederhana setelan termostat yang kelewat tinggi. Suhu ideal berada di kisaran 48–50°C, cukup panas untuk mencegah pertumbuhan bakteri di dalam tangki, tapi masih aman dari risiko luka bakar, terutama kalau ada anak kecil atau lansia di rumah.
Menaikkan suhu di atas itu juga tidak menguntungkan: konsumsi listrik naik, dan pembentukan kerak justru mempercepat.
2. Air Menetes atau Bocor
Tidak semua air yang keluar dari unit berarti kerusakan. Ada tiga skenario yang perlu dibedakan, dan tingkat keseriusannya sangat berbeda.
Tetesan sesekali dari katup TPR — normal
Katup TPR (Temperature and Pressure Relief) memang dirancang melepaskan sedikit air ketika tekanan atau suhu di dalam tangki naik. Tetesan sesekali, terutama saat unit sedang aktif memanaskan, adalah tanda katup bekerja sebagaimana mestinya.
Yang perlu dilakukan hanya mengarahkan tetesan itu supaya tidak menggenang: pasang pipa pembuangan dari katup TPR menuju saluran air terdekat.
Katup TPR bocor terus-menerus — perlu ditangani
Berbeda dengan tetesan sesekali, air yang mengalir terus dari katup TPR menandakan katupnya tidak menutup sempurna, biasanya karena ada sedimen yang mengganjal di dudukan katup.
Coba angkat tuas pada katup beberapa kali untuk membilas kotorannya. Kalau setelah itu masih bocor, katupnya perlu diganti. Jangan pernah menyumbat atau menutup katup TPR untuk menghentikan bocor. Katup ini adalah pengaman terakhir terhadap tekanan berlebih di dalam tangki.
Genangan di bawah unit — unit harus diganti
Ini skenario paling serius. Air yang menggenang di lantai dan jelas bukan berasal dari katup TPR menandakan tangki sudah bocor, entah karena keretakan atau karena korosi yang menembus dinding tangki.
Tangki yang sudah bocor tidak dapat diperbaiki. Bagian dalam tangki dilapisi enamel; begitu lapisan itu tembus, penambalan dari luar hanya menunda kebocoran berikutnya. Matikan MCB dan tutup stop kran inlet, lalu hubungi teknisi untuk penggantian unit.
Karena penggantian unit berarti keluar biaya sekaligus, ada baiknya sekalian menimbang teknologi lain yang biaya operasionalnya jauh lebih rendah. Sebagai bahan perbandingan, Anda bisa melihat daftar harga solar water heater untuk mengetahui selisih investasi awalnya dibanding unit listrik konvensional.
Baca Juga: Tanda-Tanda Water Heater Akan Mengalami Kerusakan
3. Air Keruh atau Kecokelatan
Water heater yang sehat menghasilkan air jernih. Kalau airnya keruh, kecokelatan, atau meninggalkan rasa logam, itu tanda korosi sudah berlangsung di dalam sistem.
Penyebab paling umum bukan pipa, melainkan batang anoda yang sudah habis terkikis. Batang anoda adalah komponen yang sengaja dibuat agar berkarat lebih dulu supaya dinding tangki tidak. Umur pakainya biasanya tiga sampai lima tahun. Setelah habis, korosi berpindah sasaran ke tangki itu sendiri.
Ini penting: air keruh yang dibiarkan akan berkembang jadi tangki bocor, dan itu berarti penggantian unit. Mengganti batang anoda jauh lebih murah, dan kalau dilakukan tepat waktu bisa memperpanjang usia tangki bertahun-tahun.
Langkah pertama yang bisa Anda lakukan sendiri adalah menguras tangki dan mengisinya kembali dengan air baru. Kalau setelah itu airnya kembali jernih, kemungkinan besar masalahnya hanya endapan. Kalau tetap keruh, batang anoda perlu diperiksa teknisi. Bila air juga berbau seperti karat, kami membahas penyebabnya lebih dalam di artikel air pada water heater bau karat.
4. Suara Gemuruh atau Letupan dari Unit
Suara yang terdengar seperti air mendidih, letupan pelan, atau gemuruh berasal dari endapan mineral yang mengeras di dasar tangki, bukan di dalam pipa.
Elemen pemanas terus bekerja di bawah lapisan kerak itu. Gelembung uap terbentuk di antara kerak dan dasar tangki, lalu pecah dan menghasilkan bunyi tersebut. Selain berisik, kondisi ini memaksa elemen pemanas bekerja jauh lebih keras, sehingga tagihan listrik naik dan usia elemen memendek.
Solusinya adalah pengurasan tangki oleh teknisi. Semakin lama dibiarkan, kerak semakin sulit dilepas, sampai pada titik di mana pengurasan tidak lagi efektif.
5. Air Panas Cepat Habis
Kalau dulu tangki cukup untuk dua orang mandi berurutan dan sekarang orang kedua sudah kehabisan, kapasitas efektif tangki Anda berkurang.
Penyebabnya sama dengan poin sebelumnya. Endapan yang menumpuk di dasar tangki memakan ruang yang seharusnya diisi air. Alhasil, tangki 100 liter yang dasarnya tertutup kerak beberapa sentimeter secara efektif bukan lagi tangki 100 liter.
Pengurasan rutin setiap enam bulan sampai setahun mencegah masalah ini sepenuhnya. Untuk rumah di daerah berair keras atau berkapur, frekuensinya perlu lebih sering.
Jangan Tunggu Sampai Harus Ganti Unit
Perhatikan pola dari lima masalah di atas: hampir semuanya bermuara pada dua hal, yaitu endapan yang menumpuk dan batang anoda yang habis. Keduanya bisa dicegah dengan pengurasan rutin dan pemeriksaan anoda berkala, dan keduanya jauh lebih murah ditangani sebelum berkembang jadi kebocoran tangki.
Kalau unit Anda sudah menunjukkan gejala yang butuh penggantian, kami menyediakan berbagai pilihan pemanas air berkualitas mulai dari electric water heater hingga solar water heater yang jauh lebih hemat biaya operasional dan minim perawatan.
Pemanas air tenaga surya sendiri punya karakter yang berbeda dari unit listrik: tidak ada elemen pemanas yang bisa putus, dan tangkinya dirancang untuk masa pakai jauh lebih panjang. Bila Anda sedang menimbang opsi ini, ulasan mengenai keunggulan pemanas air tenaga surya antar merek bisa membantu menyempitkan pilihan sebelum membeli.
Untuk konsultasi gratis mengenai kondisi unit Anda, hubungi tim Pemanas Air Indonesia lewat WhatsApp di 0812-8609-3507 atau Instagram @pemanasair.id.
Baca Juga: Pemanas Air Rusak? Service Sekarang di PAI!