Musim hujan sering membuat Anda bertanya tanya, kenapa air dari solar water heater kurang panas padahal biasanya selalu hangat sepanjang hari. Kondisi ini sebenarnya wajar terjadi karena sistem pemanas air tenaga surya sangat bergantung pada sinar matahari sebagai sumber energi utamanya.
Secara sederhana, cara kerja solar water heater adalah menyerap panas dari sinar matahari melalui panel kolektor di atap rumah, lalu mengalirkan panas tersebut ke air di dalam tangki penyimpanan sampai suhunya naik. Saat radiasi matahari berkurang akibat mendung atau hujan, proses pemanasan alami ini melambat, dan di titik inilah elemen backup listrik mengambil alih perannya menjaga air tetap hangat.
Kenapa Air Kurang Panas Saat Mendung dan Hujan
Masalah solar water heater kurang panas saat mendung dan hujan biasanya disebabkan oleh berkurangnya intensitas sinar matahari yang menjadi sumber energi utamanya. Semakin tebal awan menutupi langit, semakin sedikit pula energi panas yang bisa diserap oleh panel kolektor di atap rumah Anda.
Penyebab Utama
- Kurangnya energi panas, sebab panel surya membutuhkan radiasi matahari untuk memanaskan air di dalam sistem, sehingga saat cuaca mendung energi yang terserap jauh lebih sedikit.
- Penurunan suhu cepat, karena suhu udara di sekitar tangki dan pipa menjadi lebih dingin saat hujan sehingga air panas di dalam penyimpanan lebih cepat turun suhunya.
- Kapasitas cadangan terbatas, sebab jika cuaca buruk berlangsung beberapa hari berturut turut, cadangan air panas di dalam tangki akan habis dan tidak sempat dipanaskan ulang secara optimal.
Apa Itu Elemen Backup dan Kapan Ia Bekerja
Elemen pemanas solar water heater cadangan, atau yang biasa disebut elemen backup, adalah komponen pemanas listrik berbentuk besi koil yang dipasang di dalam tangki air panas solar water heater. Komponen ini memastikan ketersediaan air panas tetap terjaga ketika energi matahari tidak cukup untuk memanaskan air secara maksimal, sekaligus melengkapi cara kerja solar water heater yang memang mengandalkan sinar matahari sebagai sumber utama.
Kapan Elemen Backup Bekerja?
- Cuaca mendung atau hujan: Sinar matahari terhalang sehingga kolektor surya tidak menyerap panas secara optimal.
- Malam hari: Tidak ada sinar matahari dan persediaan air panas di tangki sudah habis.
- Pemakaian melebihi kapasitas: Kebutuhan air panas melonjak melebihi kapasitas tangki.
- Suhu air di bawah batas minimum: Suhu tangki turun di bawah setelan termostat, misalnya 40–50°C.
Cara Kerja Elemen Backup
- Sensor suhu memeriksa air, termostat membaca suhu air di dalam tangki secara real time.
- Pemicu otomatis, jika suhu air berada di bawah batas minimum, sakelar listrik akan menyala dengan sendirinya.
- Pemanasan listrik, elemen backup mengubah daya listrik menjadi panas untuk menaikkan suhu air dengan cepat.
- Sistem mati otomatis, begitu suhu air kembali mencapai batas ideal, termostat akan memutus aliran listrik supaya hemat energi.
Baca Juga: Service Ariston Solar Water Heater dan Heat Pump: Prosedur, Biaya, dan Klaim Garansi Resmi
Cara Cek Elemen Backup Masih Berfungsi (Langkah Aman untuk Pengguna)

Sumber: Asset
Cara paling aman mengecek apakah elemen water heater cadangan masih berfungsi tanpa membongkar tangki adalah dengan memantau konsumsi daya listrik rumah atau merasakan perubahan suhu air saat cuaca mendung. Unit ini umumnya diletakkan di atap dan terhubung langsung dengan arus listrik bertegangan tinggi, sehingga membuka bodinya sendiri berisiko tersengat listrik dan bisa menghanguskan garansi resmi.
Metode 1: Cek Fisik dan Suhu Air
Metode ini paling cocok untuk orang yang awam karena hanya mengandalkan pengamatan langsung tanpa menyentuh kabel atau komponen listrik. Pastikan cuaca sedang mendung atau hujan agar tidak ada panas matahari yang mengisi tangki, sehingga hasil pengecekan lebih akurat.
- Nyalakan MCB khusus water heater untuk mengaktifkan sakelar listrik yang terhubung ke tangki pemanas.
- Tunggu 30-60 menit agar elemen backup punya cukup waktu memanaskan air di dalam tangki.
- Buka keran air panas, jika air yang keluar berubah panas secara bertahap berarti elemen dan termostat masih berfungsi baik, namun jika air tetap dingin total artinya ada masalah pada elemen atau jalur listriknya.
Metode 2: Cek Melalui Meteran Listrik PLN
Jika rumah Anda menggunakan listrik prabayar atau token, Anda bisa melihat lonjakan daya saat pemanas dinyalakan lewat layar meteran. Cara ini membantu memastikan elemen benar benar menyerap listrik tanpa perlu membongkar unit sama sekali.
- Matikan sementara alat elektronik besar seperti AC, pompa air, atau mesin cuci agar pembacaan meteran stabil.
- Cek angka real time load atau beban berjalan pada layar meteran PLN sebelum menyalakan pemanas.
- Nyalakan MCB water heater, lalu perhatikan lonjakan daya. Elemen backup biasanya membutuhkan daya sekitar 800 sampai 1500 Watt, jadi jika angka meteran melonjak drastis setelah MCB dinyalakan, elemen pemanas dipastikan sedang bekerja.
Langkah Pengujian Lanjutan (Hanya untuk Profesional)
Jika Anda punya keahlian teknis dasar dan alat ukur multimeter, pengecekan bisa dilakukan lebih mendalam untuk memastikan kondisi elemen secara langsung. Langkah ini wajib mengikuti protokol keselamatan ketat karena berhubungan langsung dengan arus listrik bertegangan tinggi.
- Putuskan aliran listrik: Matikan MCB utama dan MCB khusus water heater sebelum membuka penutup tangki.
- Akses elemen: Buka penutup dan isolasi, foto posisi kabel, lalu lepaskan kabel dari terminal elemen.
- Ukur hambatan: Atur multimeter ke mode Ohm dan ukur kedua terminal elemen. Nilai normal bergantung pada spesifikasi elemen, sedangkan angka nol atau OL dapat mengindikasikan kerusakan.
- Periksa kebocoran arus: Pengujian isolasi ke bodi tangki membutuhkan alat dan prosedur yang sesuai. Serahkan pemeriksaan ini kepada teknisi profesional untuk memastikan keamanan.
Catatan penting: Rentang 10–30 Ohm tidak berlaku untuk semua elemen. Selain itu, istilah yang tepat untuk OL adalah overload atau hambatan di luar jangkauan alat, bukan Open Loop
Penyebab Lain Selain Cuaca: Kerak, Termostat, dan Pemakaian Berlebih
Penyebab utama solar water heater kurang panas selain faktor cuaca juga bisa datang dari penumpukan kerak, kerusakan termostat, pemakaian berlebih, sampai posisi panel yang kurang optimal. Faktor faktor ini sering luput dari perhatian padahal pengaruhnya cukup besar terhadap performa pemanasan air di rumah Anda.
Penumpukan Kerak (Sedimen Mineral)
Kandungan mineral tinggi seperti kalsium dan magnesium dalam air lama kelamaan mengendap di dalam tangki atau menutupi permukaan panel kolektor. Endapan kerak ini bertindak sebagai penyekat yang menghambat penyerapan panas matahari sekaligus perpindahan panas ke air.
Kerusakan pada Termostat
Komponen pengatur suhu bisa mengalami malfungsi, setelan yang tidak sesuai, atau modul sensor yang rusak seiring waktu pemakaian. Akibatnya, alat gagal mendeteksi suhu air secara akurat atau gagal memicu elemen backup saat panas dari matahari tidak mencukupi.
Pemakaian Berlebih (Kapasitas Tak Sesuai)
Konsumsi air panas yang melebihi kapasitas volume tangki, misalnya karena jumlah anggota keluarga bertambah, membuat air panas cepat habis. Air dingin baru yang masuk menggantikannya butuh waktu lebih lama untuk dipanaskan kembali oleh sinar matahari.
Faktor Tambahan Lainnya
- Posisi panel kurang tepat, misalnya sudut kemiringan atau arah kolektor yang terhalang bayangan pohon dan debu tebal.
- Kerusakan pada cadangan listrik, seperti elemen pemanas elektrik atau relay yang putus sehingga gagal berfungsi saat cuaca mendung.
Tips Mengatur Pemakaian Air Panas di Musim Hujan
Mengatur pemakaian air panas saat solar water heater musim hujan kurang maksimal dapat dilakukan melalui kebiasaan mandi yang efisien dan pemilihan alat yang tepat. Berikut beberapa tips untuk menjaga persediaan air panas tetap cukup.
- Atur alur mandi: Basahi tubuh, gunakan sabun, lalu bilas sekaligus untuk menghemat air hangat.
- Batasi durasi mandi: Usahakan mandi selama 5–10 menit agar pemakaian air dan listrik lebih hemat.
- Gunakan pemanas air: Pilih produk resmi dari produsen terpercaya seperti Ariston sebagai alternatif memasak air secara manual.
- Sesuaikan suhu: Atur suhu air pada tingkat yang nyaman agar konsumsi listrik tetap efisien.
Baca Juga: Pakai Air Sumur atau PAM? Pengaruh Kualitas Air terhadap Solar Water Heater dan Heat Pump
Butuh Pengecekan? Hubungi Teknisi Resmi Pemanas Air Indonesia
Kalau setelah dicek sendiri solar water heater kurang panas, sebaiknya jangan dipaksakan untuk membongkar sendiri komponen kelistrikannya. Segera konsultasikan kondisi tersebut dengan Teknisi Resmi Pemanas Air Indonesia agar elemen backup dan seluruh sistem solar water heater di rumahmu kembali bekerja optimal meski musim hujan berkepanjangan.
Solar Water Heater Anda Tetap Dingin? Konsultasikan dengan Teknisi Resmi Pemanas Air Indonesia!