Threads
WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn

Other Posts

Kolam Renang Dingin? Atasi dengan Heat Pump Swimming Pool

Solar Water Heater, Jawaban Bagi Orang Yang Mau Hemat Energi Untuk Mandi Air Panas

Tentukan Pilihan Electric Water Heater untuk Rumah dan Bisnis

Perawatan Solar Water Heater: Cara Menjaga Performa dan Usia Pakainya

Mulai dari jadwal paling ringan, yaitu membersihkan kaca kolektor setiap bulan dan memeriksa sambungan pipa dari rembesan. Setelah enam bulan, periksa dudukan, sensor, kabel, serta pompa, kemudian lakukan servis bagian dalam tangki setidaknya satu kali setahun.

Perawatan solar water heater sebaiknya dilakukan bertahap sesuai bagian dan risikonya. Pekerjaan di atap, pemeriksaan listrik, pembongkaran tangki, dan penggantian katup perlu diserahkan kepada teknisi agar tidak menimbulkan kerusakan atau kecelakaan.

Jadwal Perawatan: Apa yang Dicek Bulanan, Semesteran, dan Tahunan

Gunakan tabel berikut sebagai checklist perawatan. Jadwal perawatan solar water heater ini membantu kamu membedakan pemeriksaan ringan yang bisa dilakukan sendiri dan servis yang membutuhkan teknisi.

Checklist Perawatan Bulanan

Bagian yang dicek Tindakan Pelaksana
Kaca kolektor Bersihkan debu, daun, dan kotoran dengan air serta sabun ringan Mandiri
Tangki dan pipa luar Periksa rembesan atau tetesan air di sambungan Mandiri
Katup pelepas tekanan Gerakkan tuas perlahan sesuai petunjuk produk untuk memastikan katup tidak macet Mandiri atau teknisi
Area sekitar unit Singkirkan dahan, daun, atau benda yang menghalangi sinar matahari Mandiri

Checklist Perawatan Semesteran

Bagian yang dicek Tindakan Pelaksana
Sensor dan kabel Periksa sambungan, kondisi kabel, serta pembacaan suhu Mandiri atau teknisi
Dudukan dan braket Periksa baut, kemiringan, dan kestabilan rangka Teknisi jika berada di atap
Pompa sirkulasi Pastikan pompa bekerja halus tanpa suara berlebihan Mandiri atau teknisi
Isolasi pipa Periksa bagian yang terkelupas, retak, atau mengeras Mandiri

Checklist Perawatan Tahunan

Bagian yang dicek Tindakan Pelaksana
Anoda magnesium Periksa keausan dan ganti jika perlindungannya sudah menipis Teknisi
Tangki penyimpanan Kuras untuk membuang endapan lumpur dan mineral Teknisi
Pipa kolektor Periksa aliran dan kemungkinan sumbatan kerak Teknisi
Pemanas cadangan Uji elemen listrik, termostat, dan pengaman arus Teknisi

Ariston menyarankan pemeriksaan panel, pipa, tekanan air, tangki, dan insulasi secara rutin untuk menjaga kinerja sistem. PAI juga menyebutkan bahwa pembersihan tangki dan penggantian anoda merupakan bagian penting dalam pemeliharaan.ariston+1

Perawatan yang Aman Dilakukan Sendiri dan oleh Teknisi

Sumber: Asset

Tidak semua pekerjaan bisa dilakukan sendiri. Pembersihan bagian luar dan pengamatan visual relatif aman, sedangkan pekerjaan yang menyangkut tekanan air, listrik, tangki, dan posisi di atap sebaiknya ditangani teknisi.

Perawatan Mandiri yang Aman

Kamu dapat membersihkan kaca kolektor menggunakan air bersih, kain lembut, atau spons halus. Lakukan pagi atau sore saat permukaan kaca tidak panas agar tidak terjadi perubahan suhu mendadak.

Periksa juga pipa luar, sambungan tangki, area sekitar panel, dan kondisi isolasi. Jika terlihat rembesan, kabel terkelupas, rangka goyang, atau suhu air berubah, hentikan pemeriksaan lebih lanjut dan hubungi teknisi.

Pekerjaan yang Harus Diserahkan

Menguras tangki, mengganti anoda magnesium, menguji katup tekanan, serta memeriksa pemanas cadangan membutuhkan alat dan prosedur khusus. Pekerjaan tersebut juga dapat melibatkan air panas, tekanan tinggi, dan arus listrik.

Pada sistem pemanasan tidak langsung, teknisi perlu memeriksa cairan perpindahan panas sesuai spesifikasi produk. Jangan membuka tangki atau katup utama tanpa memastikan tekanan dan suhu sudah aman.

Kerak Kapur, Endapan, dan Debu Kolektor: Cara Mengenali dan Menanganinya

Kerak, endapan, dan debu perlu ditangani sebagai bagian dari pencegahan, bukan menunggu sistem kehilangan fungsi. Ketiganya dapat menghambat aliran, mengurangi penyerapan panas, dan membuat waktu pemanasan menjadi lebih lama.

Kerak Kapur

Kerak kapur lebih mudah terbentuk pada air dengan kandungan mineral tinggi. Pencegahannya dapat dilakukan dengan memasang filter atau pelembut air pada jalur masuk, sedangkan kerak yang sudah menumpuk di dalam tangki atau pipa sebaiknya dibersihkan oleh teknisi. Penggunaan larutan pembersih tanpa perhitungan dapat merusak lapisan tangki dan komponen logam. 

Endapan Lumpur

Pasir, karat, dan lumpur dari sumber air dapat mengendap di dasar tangki. Kuras tangki sesuai jadwal untuk menjaga kapasitas penyimpanan dan aliran air tetap baik, serta pasang filter sedimen sebelum air masuk ke tangki untuk membantu mengurangi kotoran. Jika air panas berubah keruh atau kecokelatan, jangan langsung melakukan pembongkaran sendiri. 

Debu pada Kolektor

Debu, daun, dan kotoran burung dapat menutupi permukaan kaca kolektor. Bersihkan dengan air bertekanan rendah dan kain lembut tanpa sikat kasar atau bahan kimia abrasif, serta lakukan pembersihan pada pagi atau sore hari. Kolektor yang panas dan terkena air dingin secara tiba-tiba dapat mengalami perubahan suhu yang berisiko merusak kaca. 

Komponen dengan Masa Pakai Terbatas dan Kapan Waktunya Diganti

Sumber: Asset

Selain melakukan cara merawat solar water heater, kamu perlu mengetahui komponen yang memang memiliki umur terbatas. Penggantian tepat waktu dapat mencegah kerusakan tangki dan biaya perbaikan yang lebih besar.

Tabel Masa Pakai Komponen

Komponen Perkiraan masa pakai Waktu diganti
Anoda magnesium 1-2 tahun Saat terkikis lebih dari 50%
Katup pelepas tekanan 3-5 tahun Saat macet atau terus merembes
Elemen pemanas cadangan 3-5 tahun Saat pemanas cadangan gagal bekerja
Termostat 3-5 tahun Saat kontrol suhu tidak stabil
Seal dan sambungan pipa 5-7 tahun Saat getas, retak, atau bocor
Tangki dan kolektor 15-20 tahun Saat kerusakan utama tidak ekonomis diperbaiki

Anoda magnesium bekerja sebagai komponen yang dikorbankan untuk membantu melindungi tangki dari korosi. Jika terlalu lama dibiarkan, tangki dapat mengalami karat dari dalam dan akhirnya bocor.

Kapan Unit Perlu Diganti

Tangki yang bocor dari bodi utama biasanya menunjukkan kerusakan internal. Dalam kondisi tersebut, mengganti seal luar tidak menyelesaikan sumber masalah. 

Unit juga perlu dipertimbangkan untuk diganti jika telah berusia lebih dari 15 tahun, suku cadangnya sulit ditemukan, atau biaya perbaikan mencapai sekitar 50% dari harga unit baru. Tanda lain yang perlu diperiksa adalah air berwarna karat, kolektor retak, dan kebocoran yang muncul berulang.

Kebiasaan Pemakaian yang Memperpanjang Usia Unit

Usia pakai solar water heater dapat mencapai sekitar 15 sampai 20 tahun jika perangkat dirawat sesuai jadwal. Kebiasaan penggunaan sehari hari ikut menentukan apakah sistem bekerja ringan atau terus menerima beban berlebihan.

Gunakan Air Sesuai Kapasitas

Hindari penggunaan air panas secara berlebihan dalam waktu yang berdekatan jika kapasitas tangki terbatas. Penggunaan yang sesuai membantu mengurangi kerja pemanasan ulang dan menjaga suhu tetap stabil, sehingga suhu perlu diatur sesuai kebutuhan mandi. Suhu yang terlalu tinggi tidak hanya meningkatkan beban sistem, tetapi juga dapat mempercepat pembentukan kerak. 

Jaga Tekanan Air

Tekanan air harus berada dalam batas yang disarankan produsen. Tekanan berlebihan dapat membebani tangki, sambungan, dan katup pengaman, sehingga jika menggunakan pompa pendorong, pastikan teknisi memeriksa tekanan masuk dan kapasitas katup. Jangan mengubah pengaturan pompa tanpa mengetahui batas kerja tangki.

Rawat Kolektor dan Isolasi

Bersihkan kaca kolektor secara berkala dan pastikan tidak tertutup bayangan. Periksa isolasi pipa agar panas tidak cepat hilang selama air mengalir menuju kamar mandi, serta gunakan air yang bersih dan pasang filter jika sumber air membawa pasir, lumpur, atau mineral tinggi. Ariston juga menyarankan penggunaan air bersih untuk membantu menjaga kondisi tangki dan anoda. 

Baca Juga:

Tanda Unit Sudah Waktunya Diganti, Bukan Diperbaiki Lagi

Perawatan preventif dapat memperpanjang masa kerja perangkat, tetapi setiap unit memiliki batas usia. Jika kerusakan sudah menyangkut tangki utama atau kolektor, perbaikan berulang belum tentu menjadi pilihan paling ekonomis.

Kebocoran Tangki Utama

Kebocoran dari bodi tangki menunjukkan kemungkinan korosi pada bagian dalam. Kondisi ini berbeda dari rembesan sambungan yang masih mungkin ditangani dengan penggantian seal, sehingga jika muncul genangan di bawah unit, matikan aliran air bila aman dan hubungi teknisi. PAI menyarankan pemeriksaan segera ketika terlihat tetesan atau genangan di sekitar unit. 

Air Berwarna Karat

Air kuning, cokelat, atau keruh dapat menunjukkan endapan, korosi, atau anoda yang sudah habis. Mintalah teknisi memeriksa kondisi tangki sebelum memutuskan mengganti komponen, karena jika korosi sudah merusak lapisan dalam, penggantian anoda saja tidak cukup. Pada kondisi tertentu, unit baru lebih aman dan lebih ekonomis.

Kolektor Retak atau Buram Permanen

Kaca kolektor yang retak dapat mengganggu penyerapan panas dan membuka risiko masuknya air ke bagian dalam panel. Kondensasi permanen juga dapat menunjukkan kerusakan seal, sehingga jangan menutup retakan dengan bahan sementara tanpa pemeriksaan. Teknisi perlu menentukan apakah kaca atau seluruh kolektor harus diganti. 

Suhu Tidak Stabil

Jika solar water heater tidak panas secara konsisten, jangan langsung membongkar unit. Pemeriksaan singkat seperti melihat bayangan, kebersihan kolektor, dan kondisi aliran air boleh dilakukan, tetapi diagnosis internal harus diserahkan kepada teknisi. PAI mencantumkan beberapa tanda yang memerlukan servis, termasuk air kurang panas, bau logam, suara berisik, dan kebocoran.

Butuh Unit Baru atau Komponen? Kunjungi Pemanas Air Indonesia

Jadwal perawatan solar water heater sebaiknya dibuat sejak unit pertama kali dipasang. Bersihkan kolektor setiap bulan, lakukan pemeriksaan dudukan dan sistem setiap enam bulan, lalu jadwalkan servis tangki, anoda, katup, dan pemanas cadangan setiap tahun.

Jika muncul kebocoran, air berwarna karat, suara tidak wajar, atau solar water heater tidak panas, jangan menunda pemeriksaan. Hubungi teknisi Pemanas Air Indonesia agar kerusakan dapat dinilai dengan tepat sebelum membeli komponen atau unit pengganti.

Rawat rutin, ganti saat waktunya. Temukan unit dan komponen resmi bergaransi melalui Pemanas Air Indonesia.

AR 10 SP INV

Original price was: Rp50.831.667.Current price is: Rp30.499.000.

AR 12 SP INV

Original price was: Rp55.831.667.Current price is: Rp33.499.000.

AR 6 SP INV

Original price was: Rp43.331.667.Current price is: Rp25.999.000.

Ariston PRO 1 ECO 50 V

Original price was: Rp7.331.667.Current price is: Rp4.399.000.